Pendiri Sonny’s BBQ Floyd “Sonny” Tillman menghembuskan napas terakhirnya pada Minggu (7/12/2025) di usia 96 tahun. Dunia kuliner Amerika Serikat kehilangan sosok pionir yang mengubah industri barbecue selama lebih dari lima dekade. Selain itu, kabar duka ini mengejutkan jutaan pelanggan setia yang mencintai cita rasa autentik Southern BBQ.
Keluarga mengonfirmasi bahwa Tillman meninggal dengan tenang dalam tidurnya. Para anggota keluarga mendampingi sosok legendaris ini hingga detik-detik terakhir. Oleh karena itu, cucu Tillman bernama Joe Tillman membagikan kabar duka tersebut melalui media sosial.
Kisah Awal Sang Pionir BBQ
Floyd “Sonny” Tillman lahir di Miami pada 14 Agustus 1929. Ia tumbuh besar dengan semangat kerja keras yang tertanam sejak usia muda. Kemudian, perjalanan kariernya dimulai ketika ia bekerja sebagai pekerja konstruksi di usia 34 tahun.
Titik balik kehidupan Sonny terjadi pada tahun 1963. Sepupunya bernama Jesse Keller memintanya membantu memasang drywall di restoran Fat Boy’s BBQ di Cocoa Beach. Selanjutnya, Sonny mulai sering berkeliaran di restoran tersebut setiap malam setelah bekerja.
Nasib membawa Sonny ke dunia kuliner secara tidak terduga. Ketika dua juru masak restoran Fat Boy’s tiba-tiba mengundurkan diri, Jesse meyakinkan Sonny untuk bekerja di dapur. Dengan demikian, seni memasak daging secara perlahan di atas api terbuka dengan cepat menjadi keahlian barunya.
Jesse melatih Sonny tentang cara mengelola restoran secara profesional. Sonny menunjukkan bakat alami yang luar biasa dalam bidang ini. Oleh karena itu, Jesse mengangkatnya menjadi manajer dalam waktu singkat.
Modal Kecil, Impian Besar
Setelah enam tahun bekerja untuk sepupunya, Sonny memutuskan untuk memulai usaha sendiri. Pada tahun 1968, ia dan istrinya Lucille pindah ke Gainesville, Florida. Selain itu, mereka hanya membawa modal 1.800 dolar AS dan impian besar untuk memiliki restoran BBQ terbaik di kota.
Restoran pertama mereka berdiri di Waldo Road, Gainesville, pada 17 April 1968. Sonny awalnya menamai restoran tersebut “Fat Boys” untuk menghormati tempat ia belajar memasak. Kemudian, pada tahun 1977, ia mengubah nama menjadi “Sonny’s Real Pit Bar-B-Q” saat membuka cabang ketiga.
Masyarakat Gainesville langsung jatuh cinta dengan masakan Sonny. Antrean pelanggan sering mengular hingga ke luar gedung restoran. Dengan demikian, Sonny semakin percaya diri dengan kualitas masakannya.
Membangun Kerajaan BBQ
Kesuksesan Sonny’s BBQ berkembang pesat melampaui ekspektasi siapa pun. Pada tahun 1977, perusahaan mulai menjual waralaba ke seluruh wilayah Tenggara Amerika Serikat. Selain itu, John Kirkpatrick menjadi franchisee pertama yang membuka cabang di Ocala, Florida.
Menu andalan Sonny’s menampilkan berbagai hidangan BBQ gaya Southern yang autentik. Daging babi panggang, iga sapi, ayam, dan berbagai lauk pauk menjadi favorit pelanggan. Kemudian, resep bumbu khas Kansas-style dengan saus yang lebih kental dan manis mencuri hati pecinta BBQ.
Lucille turut berkontribusi besar dalam kesuksesan restoran. Ia menciptakan beberapa resep andalan termasuk Brunswick stew yang legendaris. Oleh karena itu, Sonny’s BBQ menjadi hasil kerja sama pasangan suami istri yang harmonis.
Pada tahun 1988, Sonny’s BBQ telah berkembang menjadi 77 restoran di enam negara bagian. Total penjualan mencapai 77 juta dolar AS per tahun. Dengan demikian, Sonny memutuskan untuk menjual perusahaannya dan fokus pada peternakan sapi seluas 2.400 acre di High Springs.
Penjualan dan Pergolakan Bisnis
Sonny menjual perusahaannya kepada Robert Malkani dari M Group International pada Desember 1988. Nilai transaksi mencapai sekitar 6 juta dolar AS tunai ditambah berbagai kompensasi lainnya. Selain itu, Sonny setuju untuk tetap menjadi konsultan dan juru bicara perusahaan.
Namun hubungan bisnis tidak berjalan mulus. Malkani dan Tillman terlibat dalam pertarungan hukum pada tahun 1990. Kemudian, Malkani menuduh Tillman membuat perjanjian informal dengan 38 franchisee tanpa sepengetahuannya.
Tillman membantah semua tuduhan tersebut dengan tegas. Para franchisee sendiri lebih menyukai gaya manajemen Sonny yang santai dan bersahabat. Oleh karena itu, mereka memberikan perlawanan terhadap manajemen baru.
Gugatan hukum akhirnya diselesaikan pada Maret 1991. Hampir sebulan kemudian, sepupu Bob Yarmuth dan Jeff Yarmuth membeli perusahaan dari M Group. Dengan demikian, Bob Yarmuth tetap menjadi pemilik dan CEO Sonny’s hingga saat ini.
Puncak Kejayaan
Era 2000-an menjadi masa keemasan Sonny’s BBQ. Jaringan restoran ini berkembang menjadi yang terbesar di industri BBQ Amerika Serikat. Selain itu, jumlah lokasi mencapai sekitar 150 restoran di sembilan negara bagian.
Restoran ke-100 Sonny’s BBQ resmi dibuka pada tahun 1998. Ekspansi terus berlanjut ke berbagai wilayah Tenggara Amerika. Kemudian, pada tahun 2013, nama resmi perusahaan diubah dari “Sonny’s Real Pit Bar-B-Q” menjadi “Sonny’s BBQ”.
Saat ini, Sonny’s BBQ mengoperasikan 91 lokasi di delapan negara bagian dan 78 kota. Florida memiliki 64 lokasi terbanyak, disusul Georgia dengan 14 restoran. Oleh karena itu, warisan Sonny Tillman terus hidup melalui ratusan ribu porsi BBQ yang disajikan setiap hari.
Kentucky membanggakan enam restoran Sonny’s BBQ. Louisiana dan Mississippi masing-masing memiliki dua lokasi. Dengan demikian, Alabama, North Carolina, dan South Carolina masing-masing memiliki satu restoran.
Filosofi Bisnis yang Abadi
Sonny Tillman membangun bisnisnya berdasarkan prinsip sederhana namun kuat. Ia ingin menciptakan restoran BBQ lingkungan tempat anggota komunitas dapat berkumpul dan menjalin ikatan melalui makanan berkualitas. Selain itu, keramahan khas Southern menjadi nilai utama yang dijunjung tinggi.
Teknik memasak Sonny’s tetap setia pada akar tradisionalnya. Daging diasapi perlahan menggunakan kayu oak selama berjam-jam. Kemudian, porsi besar dengan harga terjangkau menjadi ciri khas yang membedakan Sonny’s dari kompetitor.
Shannon Snell, head pitmaster dan brand ambassador Sonny’s BBQ, menyebut Tillman sebagai mentor dan sahabatnya. Snell yang juga mantan pemain NFL dan Florida Gators menegaskan bahwa tanpa Sonny Tillman, ia mungkin tidak akan berkecimpung di dunia BBQ. Oleh karena itu, setiap perayaan ulang tahun Sonny selalu menjadi momen penuh rasa syukur.
Setiap tanggal 14 Agustus, seluruh lokasi Sonny’s BBQ merayakan ulang tahun pendirinya. Restoran menghias etalase dengan balon dan menawarkan diskon khusus. Dengan demikian, tradisi ini menjadi bukti penghargaan terhadap sosok yang memulai segalanya.
Cinta pada Florida Gators
Selain BBQ, Sonny Tillman dikenal karena kecintaannya yang mendalam pada atletik University of Florida. Ia dan Lucille rajin menghadiri berbagai pertandingan olahraga Florida Gators. Selain itu, dukungan mereka mencakup softball, voli, basket, hingga football.
Joe Tillman, cucu Sonny, menggambarkan pengalaman berjalan bersama kakeknya di Gainesville. Ia menyamakan pengalaman tersebut seperti berjalan bersama presiden. Kemudian, semua orang mengenali dan menyapa Sonny dengan penuh hormat di mana pun ia pergi.
Kontribusi Sonny terhadap komunitas Gainesville melampaui sekadar menyediakan makanan lezat. Ia dikenal sebagai sosok dermawan dengan hati filantropis. Oleh karena itu, banyak orang mengenangnya bukan hanya sebagai pengusaha sukses tetapi juga sebagai anggota komunitas yang peduli.
Warisan untuk Generasi Berikutnya
Meskipun menjual perusahaan pada tahun 1988, Sonny Tillman tetap mempertahankan kepemilikan lokasi asli Gainesville. Ia baru melepaskan perjanjian waralaba tersebut pada tahun 2011. Selain itu, putrinya Dianne menjalankan waralaba Sonny’s selama bertahun-tahun.
Dianne menghadapi dilema ketika Sonny’s melarang franchisee menyajikan sarapan. Ia mendapat keistimewaan selama beberapa tahun, tetapi akhirnya perusahaan memaksakan aturan tersebut. Kemudian, daripada menghentikan pelayanan pelanggan pagi, Dianne meninggalkan jaringan dan mendirikan Dianne’s Old Time Barbeque di Hawthorne.
Pada 11 Februari 2020, Tillman memimpin pembukaan kembali restoran Sonny’s asli di Gainesville yang telah direnovasi. Momen tersebut menjadi perayaan nostalgia bagi para pelanggan setia. Dengan demikian, lokasi bersejarah di Waldo Road tetap beroperasi hingga hari ini.
Tribut dari Berbagai Pihak
Kabar meninggalnya Sonny Tillman memicu gelombang duka dari berbagai kalangan. Anggota Kongres AS Kat Cammack https://communityhealthboardcoalition.org/about/ menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Tillman. Selain itu, ia menegaskan bahwa komunitas Gainesville menjadi lebih baik berkat kontribusi Sonny.
Jamie Yarmuth, CEO Sonny’s Franchise Company, memuji Tillman sebagai perwujudan semua hal istimewa dan abadi tentang Sonny’s BBQ. Kebaikan dan kemurahan hatinya tidak tertandingi. Kemudian, ia menekankan bahwa kemampuan Sonny menciptakan dinamika keluarga sejati di Sonny’s merupakan pencapaian terbesarnya.
Shannon Snell mengunggah tribut emosional di media sosial. Ia menyebut Sonny memulai perusahaan karena memiliki passion yang kemudian menjadi cara hidup bagi banyak orang. Oleh karena itu, visi Sonny menjadi visinya, dan sebagian dari dirinya hari ini terbentuk karena Sonny.
Mantan karyawan dan pelanggan membanjiri media sosial dengan kenangan tentang Sonny. Beth Ann Drake, yang pernah magang di agensi pemasaran Sonny’s saat kuliah di UF, mengenang perhatian Sonny terhadap karyawan. Dengan demikian, kisah-kisah kecil tentang kebaikan Sonny terus bermunculan.
Istrinya yang Setia
Lucille Tillman menemani Sonny selama 72 tahun pernikahan yang bahagia. Ia meninggal dunia pada 8 Oktober 2021 di usia 91 tahun. Selain itu, Lucille merupakan mitra sejati dalam membangun kerajaan BBQ dari nol.
Resep-resep Lucille menjadi bagian integral dari menu Sonny’s BBQ. Kehadirannya di dapur dan di sisi Sonny memberikan fondasi kuat bagi kesuksesan bisnis. Kemudian, keduanya kini kembali bersatu di alam yang lebih baik.
Joe Tillman dalam tribut untuk kakeknya meminta Sonny memeluk nenek dan ayahnya di surga. Pesan emosional tersebut menggambarkan ikatan keluarga yang erat. Oleh karena itu, warisan Sonny dan Lucille akan terus hidup melalui generasi-generasi berikutnya.
Dampak pada Industri BBQ
Sonny Tillman layak disebut sebagai pionir industri BBQ di Florida dan Tenggara Amerika Serikat. Ia membuktikan bahwa passion dan kerja keras dapat mengubah modal kecil menjadi kerajaan bisnis. Selain itu, pendekatannya yang mengutamakan komunitas dan kualitas menjadi contoh bagi pengusaha lain.
Banyak mantan karyawan Sonny’s kemudian membuka restoran BBQ sendiri. Robert Longs mendirikan B’s BBQ Diner di Orlando yang beroperasi hingga 2014. Kemudian, Andy Keller, co-founder Fat Boys, membuka River’s Edge Inn Cafe di Grant pada 1999.
Filosofi Sonny tentang memasak rendah dan lambat menggunakan kayu oak tetap menjadi standar industri. Meskipun teknologi peralatan BBQ telah berkembang, prinsip dasar tersebut tidak berubah. Dengan demikian, setiap porsi BBQ yang disajikan di Sonny’s membawa warisan sang pendiri.
Sonny’s BBQ juga berkontribusi pada pengembangan peralatan memasak modern. Perusahaan bermitra dengan Southern Pride untuk menciptakan smoker khusus yang memudahkan franchisee menjaga konsistensi rasa. Oleh karena itu, transisi ini membantu ekspansi bisnis sekaligus menjaga kualitas produk.
Resep Rahasia dan Menu Andalan
Menu Sonny’s BBQ menawarkan berbagai hidangan BBQ gaya Southern yang autentik dan menggugah selera. Pulled pork dan sliced pork menjadi menu paling populer di seluruh lokasi. Selain itu, Sonny’s merupakan salah satu sedikit tempat yang masih menyajikan daging babi iris, bukan hanya versi yang dicabik-cabik.
Certified Angus Beef Brisket menjadi menu premium yang semakin diminati pelanggan. JalapeƱo Sausage menambah variasi bagi pencinta rasa pedas. Kemudian, berbagai hidangan pendamping seperti baked beans, coleslaw, dan corn on the cob melengkapi pengalaman bersantap.
Brunswick stew kreasi Lucille Tillman tetap menjadi favorit sepanjang masa. Sup khas Southern ini menggabungkan berbagai sayuran dengan daging suwir dalam kuah yang kaya rasa. Oleh karena itu, warisan kuliner Lucille terus hidup dalam setiap mangkuk yang disajikan.
Menu musiman seperti Smoke & Fire menghadirkan inovasi tanpa meninggalkan akar tradisional. Loaded Hot Tots dengan pulled pork, crispy onion straws, dan melted cheese menjadi favorit baru. Dengan demikian, Sonny’s BBQ berhasil memadukan tradisi dengan kreativitas modern.
Komitmen pada Kualitas dan Pelatihan
Sonny’s BBQ sangat serius dalam melatih para pitmaster mereka. Perusahaan mendirikan Sonny’s BBQ Pit Academy untuk memastikan setiap juru masak memahami seni memasak BBQ yang benar. Selain itu, program ini menghasilkan pitmaster bersertifikat yang menjaga standar kualitas di setiap lokasi.
Para pitmaster menjadi wajah dari makanan Sonny’s BBQ. Kepribadian mereka menyinari restoran dan pengetahuan mereka memberikan kepercayaan kepada pelanggan. Kemudian, passion mereka terhadap BBQ tercermin dalam setiap hidangan yang mereka sajikan.
Shannon Snell memimpin program pelatihan sebagai head pitmaster. Pengalamannya sebagai mantan atlet profesional memberikan perspektif unik tentang disiplin dan dedikasi. Oleh karena itu, ia meneruskan nilai-nilai yang diajarkan Sonny kepada generasi pitmaster berikutnya.
Penutup
Pendiri Sonny’s BBQ Floyd “Sonny” Tillman meninggalkan warisan yang tidak ternilai bagi dunia kuliner Amerika. Perjalanannya dari pekerja konstruksi dengan modal 1.800 dolar hingga membangun jaringan BBQ terbesar di negara ini menginspirasi jutaan orang. Selain itu, nilai-nilai kebaikan, kemurahan hati, dan semangat komunitas yang ia tanamkan akan terus hidup.
Sonny’s BBQ bukan sekadar restoran tetapi rumah kedua bagi jutaan pelanggan setia. Setiap gigitan daging asap membawa cerita tentang seorang pria yang percaya bahwa makanan enak dapat menyatukan orang. Kemudian, cita rasanya yang legendaris akan terus memanjakan lidah generasi mendatang.
Dunia kehilangan seorang legenda, tetapi warisannya abadi. Selamat jalan, Sonny Tillman. Semoga tempat yang kamu tuju memiliki BBQ yang sama lezatnya dengan yang kamu ciptakan di bumi ini. Dengan demikian, nama Sonny akan selalu dikenang sebagai bapak BBQ Florida yang mengubah cara Amerika menikmati daging panggang.
