Lompat ke konten (Tekan Enter)

RICARDOSBLOG BREAKING NEWS

RICARDOSBLOG: Bukan Sekadar Update. Ini Berita Breaking Pilihan Ricardo.

  • Beranda
  • Blog
  • Berita
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Beranda
  • Blog
  • Berita
  • Kontak
  • Tentang Kami

Indonesia Berjaya di 100 Kota Kuliner Dunia, Malaysia Absen

oleh Ricardo Jenkinsdiperbarui pada Desember 12, 2025Desember 12, 2025

TasteAtlas baru saja merilis daftar 100 Best Food Cities untuk periode 2025/2026 dan hasilnya memicu kehebohan besar. Platform kuliner internasional ini mengumumkan hasil pemeringkatan pada 11 Desember 2025 melalui akun media sosial resmi mereka.

Indonesia berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dalam peta kuliner dunia. Sebanyak enam kota dari Tanah Air menembus daftar bergengsi tersebut. Sementara itu, Malaysia justru tidak muncul sama sekali dalam daftar yang mencakup 100 kota terbaik di seluruh dunia.

Metodologi Penilaian TasteAtlas

TasteAtlas menyusun daftar ini berdasarkan basis data hampir 19.000 kota yang tercatat di platform mereka. Selanjutnya, tim penilai menganalisis lebih dari 590.000 ulasan makanan terverifikasi dari pengguna di seluruh dunia.

Dari kumpulan data tersebut, 100 kota teratas terpilih berdasarkan nilai rata-rata tertinggi. Secara khusus, penilaian mempertimbangkan hidangan regional dan nasional yang paling umum disajikan di wilayah masing-masing.

Platform yang berbasis di Kroasia ini telah lama menjadi rujukan pecinta kuliner global. Setiap tahun, TasteAtlas mengkatalogkan hidangan tradisional dunia, bahan lokal, restoran otentik, serta resep asli dari berbagai negara.

Jakarta Pimpin Peringkat Indonesia

Jakarta berhasil meraih posisi ke-21 dalam daftar global dengan skor 4,64 dari 5. Ibu kota Indonesia ini menduduki peringkat tertinggi di Asia Tenggara, tepat di bawah Singapura yang berada di posisi ke-20.

Keberagaman kuliner menjadi kekuatan utama Jakarta di mata dunia. Kota yang dijuluki The Big Durian ini menawarkan perpaduan rasa dari berbagai budaya Indonesia. Selain itu, kemudahan akses ke berbagai hidangan membuat Jakarta menjadi destinasi favorit pencinta kuliner.

TasteAtlas menyoroti beberapa hidangan andalan Jakarta yang wajib dicoba. Soto Betawi dengan kuah santan yang gurih mendapat apresiasi tinggi. Kemudian, gado-gado menawarkan cita rasa sehat dan kaya bumbu khas Indonesia. Nasi uduk dengan santannya yang lembut juga dianggap sebagai comfort food yang menggugah selera.

Bubur ayam dan bakso turut melengkapi deretan kuliner Jakarta yang mendunia. Para pecinta makanan internasional merekomendasikan beberapa restoran ikonik di kota ini. Restoran 1945, Lapo Marpadotbe, dan Asinan Betawi H. Mansyur menjadi tujuan yang kerap dikunjungi wisatawan kuliner.

Bandung Buktikan Diri sebagai Kota Kreatif

Bandung menempati posisi ke-34 dengan skor 4,55 dalam pemeringkatan global. Kota kembang ini berhasil membuktikan diri sebagai destinasi kuliner yang tidak hanya unggul dalam fesyen dan wisata.

Setiap akhir pekan, wisatawan dari berbagai kota memadati Bandung untuk berburu makanan lezat. Banyak hidangan populer Indonesia justru lahir dari kreativitas masyarakat kota ini.

Batagor menjadi ikon kuliner Bandung yang dikenal dengan tekstur renyah dan saus kacang khas. Selanjutnya, mi kocok menawarkan kuah gurih dan potongan kikil yang empuk. Serabi sebagai makanan manis tradisional juga tetap menjadi simbol kuliner yang tak lekang oleh waktu.

Cireng dan nasi kuning turut memperkaya khazanah kuliner Bandung. Para pengunjung dapat menikmati hidangan autentik di Warung Nasi Ibu Imas 81, Lemper Purnama, dan Batagor Yunus.

Padang Harumkan Nama Rendang

Padang menduduki peringkat ke-45 dengan skor 4,51 dalam daftar TasteAtlas. Ibu kota Sumatera Barat ini membawa reputasi rendang yang sudah mendunia ke panggung kuliner internasional.

Rendang sendiri pernah dinobatkan sebagai makanan terenak nomor satu di dunia oleh CNN pada tahun 2011. Sejak saat itu, hidangan khas Minangkabau ini terus mengharumkan nama Indonesia di kancah global.

Proses memasak rendang membutuhkan kesabaran luar biasa. Para juru masak merebus daging dengan santan dan rempah-rempah selama berjam-jam. Hasilnya berupa hidangan dengan tekstur empuk, kering, dan renyah yang khas.

Selain rendang, Padang juga menawarkan nasi Padang, gulai, dan sate Padang yang tak kalah lezat. Lamun Ombak Rumah Makan, Pagi Sore, dan Restoran Simpang Raya menjadi destinasi yang direkomendasikan TasteAtlas.

Surabaya Tampilkan Kekuatan Kuliner Jawa Timur

Surabaya berhasil menembus peringkat ke-65 dengan skor 4,42. Kota terbesar kedua di Indonesia ini dikenal sebagai surga kuliner bagi pencinta makanan pedas.

Tradisi kuliner Surabaya sudah diwariskan turun-temurun selama generasi. Karakter hidangannya yang tegas dan kaya bumbu membuat kuliner Surabaya mudah diingat oleh siapa saja yang mencobanya.

Rujak cingur menjadi hidangan ikonik dengan kombinasi sayuran, buah, dan cingur berpadu bumbu petis yang pekat. Sementara itu, rawon dengan kuah kluwek berwarna hitam pekat dianggap sebagai salah satu sup paling unik di dunia.

Rawon bahkan berhasil menembus peringkat ke-8 dalam daftar 100 hidangan terbaik dunia versi TasteAtlas. Pencapaian ini membuktikan betapa istimewanya kuliner Jawa Timur di mata internasional.

Soto Lamongan dengan koya gurihnya juga menjadi favorit masyarakat luas. Para pecinta kuliner dapat mengunjungi Soto Ayam Ambengan Pak Sadi, Bebek Goreng Papin, dan Rawon Pak Pangat untuk menikmati hidangan autentik.

Solo dan Yogyakarta Lengkapi Dominasi Indonesia

Surakarta atau Solo menduduki peringkat ke-92 dengan skor 4,34. Kota yang terkenal dengan tradisi keraton ini menawarkan kuliner khas Jawa Tengah yang menggugah selera.

Nasi liwet menjadi hidangan andalan yang wajib dicoba saat berkunjung ke Solo. Kemudian, tengkleng dengan kuah kaldunya yang kaya rasa juga menjadi favorit wisatawan. Bakso Solo dan serabi turut melengkapi pengalaman kuliner di kota ini.

Yogyakarta menutup dominasi Indonesia di peringkat ke-97 dengan skor 4,35. Kota gudeg ini memang tidak pernah gagal memikat para wisatawan dengan kekayaan budaya dan kulinernya.

Gudeg menjadi hidangan ikonik yang sudah menjadi simbol kota Yogyakarta. Perpaduan nangka muda, santan, dan gula merah menciptakan rasa manis gurih yang khas. Sate kere yang terbuat dari gajih sapi mencerminkan kesederhanaan sekaligus kelezatan.

Bakpia Pathok tidak boleh dilewatkan sebagai oleh-oleh wajib. Gudeg Sagan, Gudeg Yu Djum, dan Warung Kopi Klotok menjadi destinasi kuliner yang direkomendasikan TasteAtlas.

Malaysia Absen Total dari Daftar

Ketidakhadiran Malaysia dalam daftar 100 kota kuliner terbaik dunia menimbulkan reaksi luas. Kota-kota kuliner ternama seperti Penang, Kuala Lumpur, Johor Bahru, dan Ipoh sama sekali tidak muncul dalam pemeringkatan.

Banyak netizen Malaysia terkejut dengan hasil tersebut. Selama ini, negeri jiran dikenal secara internasional karena warisan kuliner multibudayanya. Hidangan seperti nasi lemak, char kway teow, dan laksa kerap mendapat pujian global.

Seorang netizen Malaysia mengomentari dengan nada kecewa terhadap hasil pemeringkatan. Dia menyindir bahwa orang Singapura saja rela naik mobil beberapa jam ke Johor Bahru hanya untuk menikmati makanan.

Netizen lainnya mempertanyakan mengapa Mumbai yang menurutnya terkenal dengan penjual makanan jalanan justru masuk daftar. Beberapa pengguna juga mulai mempertanyakan metode penilaian TasteAtlas secara keseluruhan.

Meski demikian, hasil pemeringkatan ini berdasarkan ratusan ribu ulasan terverifikasi. TasteAtlas menggunakan sistem penilaian yang transparan dan konsisten untuk semua kota di seluruh dunia.

Sejarah Panjang Kontroversi Malaysia di TasteAtlas

Ini bukan kali pertama Malaysia menghadapi hasil mengecewakan di TasteAtlas. Pada tahun 2022, negeri jiran pernah menduduki peringkat ke-46 dari 50 dalam daftar masakan terbaik dunia.

Hasil tersebut memicu kemarahan netizen Malaysia kala itu. Anggota Parlemen Malaysia untuk Bandar Kuching, Dr Kelvin Yii, bahkan memberikan komentar pedas. Dia menyindir bahwa siapa pun yang menilai pasti mengalami anosmia dan ageusia.

Anosmia berarti hilangnya kemampuan mencium aroma, sedangkan ageusia adalah hilangnya kemampuan merasakan. Sindiran tersebut menekankan ketidakpuasan terhadap penilaian yang dianggap tidak adil.

Banyak netizen Malaysia juga mempertanyakan kredibilitas pemberi ranking TasteAtlas. Mereka menganggap hidangan yang dipilih untuk mewakili Malaysia kurang menggambarkan kekayaan kuliner sebenarnya.

Italia Dominasi Peringkat Teratas

Sementara Indonesia berjaya di kawasan Asia Tenggara, Italia mendominasi peringkat teratas secara global. Negara pasta dan pizza ini berhasil menempatkan enam kota dalam 10 besar daftar TasteAtlas.

Naples menduduki peringkat pertama sebagai kota kuliner terbaik dunia. Kota kelahiran pizza ini meraih skor sempurna dengan hidangan ikonik seperti Pizza Margherita dan Sfogliatella.

Milan menempati posisi kedua sebagai pusat inovasi kuliner dan keunggulan artisanal. Selanjutnya, Bologna di posisi ketiga dengan skor 4,94 memperkuat dominasi Italia.

Florence dan Roma turut menyumbang dalam 10 besar. Turin di posisi ke-9 melengkapi kehadiran enam kota Italia dalam jajaran elite kuliner dunia.

Paris dari Prancis berhasil menembus posisi ke-7. Wina dari Austria menduduki peringkat ke-8 sebagai satu-satunya perwakilan Eropa Tengah dalam 10 besar.

Osaka dari Jepang menjadi satu-satunya perwakilan Asia dalam 10 besar dengan skor 4,74. Mumbai dari India menduduki posisi ke-5 dan menjadi kejutan tersendiri dalam pemeringkatan tahun ini.

Posisi Negara Asia Tenggara Lainnya

Singapura menjadi kota dengan peringkat tertinggi di Asia Tenggara pada posisi ke-20. Capaian ini memperkuat reputasi negara kota sebagai pusat kuliner dengan tradisi hawker yang kuat.

Indonesia dengan enam kota berhasil menjadi kontributor terbanyak dari Asia Tenggara. Pencapaian ini melampaui negara-negara tetangga yang hanya menyumbang satu atau dua kota.

Ho Chi Minh City dari Vietnam turut masuk dalam daftar 100 besar. Bangkok dari Thailand juga berhasil menembus daftar meski berada di luar 70 besar.

Filipina, Laos, dan Myanmar tidak berhasil menempatkan kotanya dalam 100 besar. Malaysia menjadi satu-satunya negara ASEAN besar yang sama sekali absen dari pemeringkatan.

Faktor Keberhasilan Kuliner Indonesia

Keberhasilan Indonesia dalam pemeringkatan TasteAtlas tidak lepas dari beberapa faktor kunci. Pertama, keanekaragaman budaya menciptakan variasi kuliner yang luar biasa kaya.

Setiap daerah di Indonesia memiliki hidangan khas dengan cita rasa unik. Penggunaan rempah-rempah tradisional memberikan karakter yang membedakan masakan Indonesia dari negara lain.

Kedua, teknik memasak tradisional yang diwariskan turun-temurun menjaga otentisitas rasa. Proses memasak rendang yang memakan waktu berjam-jam, misalnya, menunjukkan dedikasi terhadap kualitas.

Ketiga, promosi kuliner Indonesia di kancah internasional terus meningkat. Food blogger dan konten kreator dari berbagai negara kerap membuat ulasan yang menggugah selera tentang makanan Indonesia.

Rumah makan Padang yang tersebar di berbagai negara juga turut berkontribusi. Para perantau Minangkabau membawa resep turun-temurun dan memperkenalkan cita rasa Indonesia ke mancanegara.

Dampak Pengakuan Internasional

Pengakuan dari TasteAtlas memberikan dampak positif bagi industri kuliner Indonesia. Pertama, wisatawan mancanegara semakin tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata kuliner.

Jakarta, Bandung, dan kota-kota lainnya berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Mereka datang bukan hanya untuk melihat tempat wisata, tetapi juga untuk menikmati pengalaman kuliner autentik.

Kedua, pelaku usaha kuliner lokal mendapat pengakuan yang layak. Warung-warung tradisional yang disebutkan TasteAtlas berpotensi mengalami peningkatan kunjungan signifikan.

Ketiga, generasi muda semakin termotivasi untuk melestarikan resep tradisional. Pengakuan internasional membuktikan bahwa kuliner Indonesia memiliki nilai yang patut dijaga.

Pemerintah juga dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat diplomasi kuliner. Program promosi gastronomi Indonesia di berbagai forum internasional berpotensi mendapat dukungan lebih besar.

Tantangan ke Depan

Meski berjaya, Indonesia tetap menghadapi tantangan dalam mempertahankan posisi. Konsistensi kualitas menjadi kunci utama untuk terus mendapat penilaian tinggi dari pengguna TasteAtlas.

Standarisasi kebersihan dan keamanan pangan juga perlu ditingkatkan. Wisatawan internasional memiliki ekspektasi tinggi terhadap aspek higienitas tempat makan.

Selain itu, dokumentasi dan promosi kuliner daerah yang belum populer perlu diperkuat. Indonesia memiliki ribuan hidangan tradisional yang belum terekspos secara internasional.

Pelatihan bagi pelaku usaha kuliner tentang pelayanan dan pemasaran juga penting. Kemampuan berkomunikasi dengan wisatawan asing dapat meningkatkan pengalaman kuliner secara keseluruhan.

Kuliner Indonesia Rajai Asia

Prestasi Indonesia dalam daftar kota kuliner terbaik sejalan dengan pencapaian di kategori lainnya. TasteAtlas juga menempatkan kuliner Indonesia di peringkat ke-10 dalam daftar masakan terlezat dunia 2025/2026.

Skor 4,48 dari 5 membuat Indonesia merajai Asia Tenggara dalam kategori tersebut. Thailand berada di posisi ke-17, Vietnam di peringkat ke-22, dan Filipina di urutan ke-33.

Beberapa hidangan Indonesia juga menembus daftar 100 makanan terbaik dunia. Rawon menduduki posisi ke-8, soto Betawi di peringkat ke-28, nasi goreng di urutan ke-32, dan pempek di posisi ke-45.

Rendang yang legendaris berada di peringkat ke-67 dalam daftar tersebut. Meski bukan di posisi teratas, reputasi rendang sebagai makanan terenak versi CNN tahun 2011 tetap melekat di benak pecinta kuliner dunia.

Jawa dan Sumatra juga masuk dalam 20 besar daerah dengan kuliner terbaik dunia. Jawa menduduki peringkat ke-11 dengan skor 4,37, sementara Sumatra menyusul di posisi yang lebih rendah.

Rekomendasi Destinasi Kuliner

Bagi wisatawan yang ingin menjelajahi kuliner Indonesia, beberapa destinasi wajib dikunjungi. Jakarta menawarkan pengalaman kuliner yang paling beragam dengan puluhan pilihan hidangan dari seluruh Nusantara.

Bandung menjadi pilihan tepat bagi pencinta makanan ringan dan jajanan kreatif. Harga yang relatif terjangkau membuat kota ini ramah bagi wisatawan dengan berbagai anggaran.

Padang menjadi destinasi wajib bagi penggemar masakan berbumbu kaya rempah. Pengalaman makan di rumah makan Padang dengan sistem hidangan yang disajikan sekaligus tidak akan terlupakan.

Surabaya cocok bagi mereka yang menyukai tantangan rasa pedas. Kuliner Jawa Timur yang tegas dan berani dalam penggunaan bumbu akan memanjakan lidah petualang kuliner.

Solo dan Yogyakarta menawarkan nuansa tradisional yang kental. Wisatawan dapat menikmati hidangan sembari meresapi atmosfer budaya Jawa yang masih kuat terasa.

Penutup

Indonesia berhasil membuktikan diri sebagai kekuatan kuliner di kawasan Asia Tenggara. Enam kota yang masuk dalam daftar 100 kota kuliner terbaik dunia menjadi bukti nyata kekayaan gastronomi Tanah Air.

Sementara itu, ketidakhadiran Malaysia dalam daftar menjadi pelajaran tentang pentingnya dokumentasi dan promosi kuliner. Penilaian berbasis ulasan pengguna menunjukkan bahwa persepsi global sangat dipengaruhi oleh eksposur dan aksesibilitas informasi.

Ke depan, Indonesia perlu terus menjaga dan meningkatkan kualitas kulinernya. Warisan rasa dari nenek moyang harus terus dilestarikan agar generasi mendatang dapat menikmati dan membanggakannya di kancah internasional.

Pencapaian ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang diplomasi kuliner Indonesia. Setiap hidangan yang tersaji di meja makan mewakili cerita budaya, sejarah, dan identitas bangsa yang patut dirayakan oleh seluruh dunia.

Baca Berita Terkait : hamburbiferia.com

Blog Blog Kuliner
Berita Indonesia Kuliner Makanan Malaysia
0

Ricardo Jenkins

Navigasi Artikel

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

Recent Posts

  • 160 Negara Kumpulkan Data Pendidikan Global 2024
  • Inggris Genjot Ekonomi Saat Inflasi Menggila
  • Miley Cyrus Hilang dari Panggung, Penggemar Resah
  • Pizza Korea Pedas Kini Viral di Restoran Asia
  • Pos Polisi Terbakar Saat Aksi May Day Ricuh di Bandung

Recent Comments

  1. Clyde4300 mengenai Mbah Tarman Catatan Kriminal Terungkap di Polres Wonogiri
  2. Karina185 mengenai Mbah Tarman Catatan Kriminal Terungkap di Polres Wonogiri
  3. Putra Wijaya mengenai Heboh! Amanda Manopo & Kenny Austin Nikah 10 Oktober 2025
  4. Raka Aditya mengenai Heboh! Amanda Manopo & Kenny Austin Nikah 10 Oktober 2025
  5. Bella Cahaya mengenai Heboh! Amanda Manopo & Kenny Austin Nikah 10 Oktober 2025

Archives

  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025

Categories

  • Berita
  • Blog
  • Blog Kuliner
Disarankan untuk Anda...

Cek NISN Mudah di nisn.data.kemdikbud.go.id 2026

oleh Ricardo Jenkins
Mbah Tarman Catatan Kriminal Terungkap di Polres Wonogiri
Disarankan untuk Anda...

Mbah Tarman Catatan Kriminal Terungkap di Polres Wonogiri

oleh Ricardo Jenkins
Disarankan untuk Anda...

Dari Hampir Putus Asa Jadi Rektor: Kisah Mundakir

oleh Ricardo Jenkins

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

© Hak Cipta2026 RICARDOSBLOG BREAKING NEWS. Hak Cipta Dilindungi.The Ultralight | Dikembangkan Oleh Rara Theme.Ditenagai oleh WordPress.